Jl. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 4A Duren Sawit
+6221 22085079
info@kjaashadirekan.co.id

5 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

KJA Ashadi dan Rekan - Konsultan dan Training

5 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

pajak dan akuntansi

Laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan keadaan finansial dari suatu usaha. Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan terkait perekonomian. Laporan keuangan haruslah memenuhi karakteristik kualitatif (qualitative characteristics) tertentu agar dapat memberikan informasi yang berguna bagi para pemakai. Terdapat lima karakteristik kualitatif pokok dari laporan keuangan, yaitu :

Dapat dipahami (Uderstandability)

Suatu informasi baru bermanfaat bagi penerima bila dapat dipahami. Agar laporan kuangan dapat dipahami dengan baik, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis serta asumsi dan konsep yang mendasari penyusunan laporan keuangan. Dalam pembuatan laporan keuangan sebaiknya informasi dibuat sesederhana mungkin agar dapat mudah di mengerti oleh pembaca umum yang bukan seorang ahli.tapi tentunya kesederhanaan atau kemudahan tidak dapat mengorbankan relevansi informasi yang perlu disajikan meskipun agak kompleks.

Agar laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independent dapat terbaca dan bermanfaat serta tidak menyesatkan bagi pengguna informasi, tentunya informasi perlu memahami. Selain disiplin yang mendasari akuntansi keuangan, tapi juga tujuan dan karakteristik suatu penugasan audit opini atas laporan keuangan.

Baca Juga: Pentingnya Peran Konsultan Pajak Dalam Dunia Usaha

Relevansi (Relevance)

Agar informasi bermanfaat, haruslah relevan bagi penerima atau pengguna dalam pengambilan suatu keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhi pemakai dalam mengambil keputusan dengan cara membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan. Suatu proses menghasilkan informasi memerlukan biaya, tenaga, dan waktu. Suatu informasi yang tidak relevan kecuali menimbulkan pemborosan, juga malah dapat menyesatkan pengambil keputusan.

Informasi yang bersifat penegasan (confirmatory) tentang peristiwa atau keadaan masa lalu dan masa kini, berkaitan dengan informasi yang diperlukan untuk meramalkan atau memproyeksikan (predictive) peristiwa atau keadaan masa depan. Tapi perlu diingat bahwa laporan keuangan yang disusun dalam rangka pertanggungjawaban manajemen (stewardship) dan tujuan umum kepada para stakeholders dan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum, adalah semata-mata tentang keadaan masa depan. Meskipun demikian data masa lalu diharapkan dapat digunakan seorang analis keuangan untuk melakukan prediksi tentang entitas untuk masa yang akan datang. Apakah suatu informasi dianggap relevan untuk dilaporkan atau tidak akan dipengaruhi oleh hakikat dan materialitasnya.

Materialitas (Materiality)

Materialitas merupakan tolak ukur apakah suatu informasi dianggap relevan. Suatu informasi dianggap material atau signifikan, bila suatu kesalahan (error), salah saji (misstatement), atau kelalaian mencantumkan (omision) informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna informasi tersebut atau dengan kata lain dapat menyesatkan pengambil keputusan.

Keandalan (Reliability)

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan juga harus andal (reliable). Informasi bisa dikatakan berkualitas andal jika informasi tersebut terbebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyaji yang tulus atau jujur (faithful presentation) tentang sesuatu yang seharusnya disajikan atau secara wajar diharapkan dapat disajikan. Agar suatu informasi dapat diandalkan perlu memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut :

  1. Penyajian jujur (Faithful representation)
  2. Substansi mengungguli bentuk (Substance over form)
  3. Netralitas (Neutrality)
  4. Pertimbangan sehat (Prudence)
  5. Kelengkapan (Completeness)

Dapat diperbandingkan (Comparability)

Agar informasi keuangan dapat secara efektif berguna dalam pengambilan keputusan, haruslah dapat diperbandingkan antar periode dan antar entitas. Perbandingan laporan keuangan untuk dua atau lebih periode akan dapat memberikan gambaran tentang perkembangan atau tren keadaan keuangan maupun kinerja suatu entitas, sehingga lebih mampu memberikan gambaran tentang prospek entitas dimasa depan. Sedangkan perbandingan laporan keuangan antar entitas akan memberikan masukan yang berguna bagi para calon investor dalam menentukan pilihan investasi yang akan dilakukan. Agar pembaca laporan keuangan dapat langsung membandingkan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan antar periode, maka laporan keuangan perlu disajikan dalam bentuk perbandingan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga: Pemberian Natura Untuk Meminimalkan Beban Pajak

Jasa Penyusunan Laporan Keuangan

Jika perusahaan anda membutuhkan jasa penyusunan laporan keuangan, KJA Ashadi dan rekan hadir untuk menjadi solusi dari permasalahan anda. Sebagai bagian dari perusahaan konsultasi BMG Consulting Group, KJA Ashadi dan Rekan telah didirikan di tahun 2015 dan telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan KMK No. 84/KM.1/PPPK/2015. Di dalam menjalankan usahanya KJA Ashadi & Rekan memberikan pelayanan jasa konsultasi pada bidang akuntansi, perpajakan, manajemen dan training. Untuk konsultasi lebih lanjut anda dapat menguhubungi kami melalui whatsapp.

 

Referensi : Akuntansi Keuangan Berdasarkan SAK berbasis IFRS

Penulis: I. Wayan Kawistara

Editor: Rafli

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *