Jl. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 4A Duren Sawit
+6221 22085079
info@kjaashadirekan.co.id

Ekuitas : Jenis dan Contohnya

Ekuitas : Jenis dan Contohnya

  Ekuitas

Mengenal Ekuitas

Modal atau ekuitas adalah hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan. Ini mencerminkan jumlah uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham jika semua aset dijual dan semua hutang dilunasi. Dalam hal ini, modal juga merupakan kekayaan perusahaan yang dihitung dengan mengurangi liabilitas dari aset. Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau equity of ownership yang berarti kekayaan bersih perusahaan. Menurut standar akuntansi keuangan (PSAK No. 21), modal adalah bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu selisih antara aset dan kewajiban yang ada dan tidak mencerminkan nilai jual perusahaan. Modal berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan, dan dapat berkurang karena penarikan kembali investasi pemilik, pembagian keuntungan, atau kerugian. Ekuitas terdiri dari setoran pemilik, saldo laba, dan unsur lainnya. Tujuannya adalah memberikan informasi yang jelas tentang sumbernya dan disajikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lihat Juga : Balance Sheet (Neraca) : Definisi, Jenis, Bentuk, dan Contoh

Anda sedang membutuhkan Jasa Akuntansi? Segera Hubungi Kami.
KJA Ashadi dan Rekan

Elemen Ekuitas

Injeksi/Setoran Modal Injeksi modal adalah jumlah uang yang diberikan oleh pemilik atau pemegang saham. Terdapat dua jenis injeksi modal, yaitu modal saham dan agio/disagio saham (additional paid-in capital). Pendapatan Ditahan Pendapatan ditahan atau saldo laba ditahan adalah akumulasi laba dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagikan sebagai dividen. Penilaian Ulang Modal Penilaian ulang ekuitas adalah selisih antara nilai buku lama dan nilai buku baru. Modal Sumbangan Merupakan modal yang diperoleh melalui penerimaan aset dari sumbangan. Modal Lainnya Contoh modal lainnya adalah modal dari cadangan pelunasan obligasi dan lain-lain yang tidak termasuk dalam empat kategori di atas.

Jenis-jenis Ekuitas

Terdapat beberapa jenis ekuitas yang perlu kita pahami. Salah satunya adalah ekuitas pemegang saham, yang merupakan nilai aset yang diberikan kepada para pemegang saham suatu perusahaan setelah dikurangi dengan hutang-hutang atau kewajiban lainnya. Selain itu, terdapat juga ekuitas pemilik, yang mengacu pada kepemilikan seorang pemilik terhadap bisnis yang terkait. Biasanya, ini berlaku untuk bisnis kecil. Perhitungan ekuitas pemilik serupa dengan jenis pemegang saham, yaitu mengurangi nilai aset dengan nilai kewajiban bisnis tersebut.

Pentingnya Ekuitas dalam Perusahaan

Pentingnya nilai ekuitas dalam sebuah perusahaan tidak bisa diabaikan karena mencerminkan nilai buku perusahaan tersebut. Nilai ini juga menjadi faktor penentu harga saham perusahaan tersebut. Namun, seringkali kita melihat harga saham yang lebih tinggi daripada nilai ekuitas per saham perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa para investor percaya bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik di masa depan. Sebagai seorang pengusaha, sangat penting bagi Anda untuk memahami dasar-dasar ekuitas perusahaan saat menjalankan bisnis. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui seberapa besar nilai saham dan aset tanpa hutang serta kewajiban yang menunjukkan sehat tidaknya sebuah perusahaan.

Contoh Ekuitas

Contoh-contoh berdasarkan pos-pos atau akun-akunnya adalah sebagai berikut:

Saham biasa

Bentuk kepemilikan dalam bisnis yang mencerminkan modal atau investasi awal yang telah disetorkan. Pemilik saham biasa memiliki hak untuk memiliki aset-aset tertentu dan juga memiliki kewajiban-kewajiban, seperti hak untuk memilih direksi dan pejabat yang berwenang, serta berpartisipasi dalam merumuskan prosedur dan kebijakan perusahaan.

Saham preferen

Pemilik saham preferen memiliki sedikit kewajiban dan tidak memiliki hak untuk memilih. Namun, mereka biasanya memiliki hak klaim atas aset dan pendapatan perusahaan yang lebih tinggi daripada pemegang saham biasa.

Saham treasury 

Jenis saham yang digunakan untuk membeli kembali saham-saham dari pemegang saham biasa. Nilai saham ini biasanya negatif dan dicatat sebagai pengurangan dari total nilai modal perusahaan.

Pendapatan yang tersimpan

Saldo laba atau pendapatan yang telah disimpan oleh perusahaan. Jumlah ini merupakan total pendapatan yang diperoleh oleh bisnis setelah dikurangi dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. Pendapatan ini merupakan pendapatan bersih yang diperoleh oleh pemilik bisnis dan tidak dibayarkan kepada pemegang saham.

Tambahan modal yang dibayarkan

Perolehan dari investasi tambahan yang dilakukan oleh pemegang saham, di luar nilai saham pokok mereka. Pos ekuitas ini, juga dikenal sebagai kontribusi surplus, biasanya memiliki nilai yang lebih tinggi daripada pos lainnya. Nilainya dapat berubah sesuai dengan keuntungan atau kerugian yang diperoleh perusahaan dari penjualan saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *